Friday, September 3, 2010

JAKET BEM FK UR!!

Teman2, design jas BEM kita udah ada. Harganya Rp 135.000. Silahkan mengirim uang jas bem kita ke :



Rekening Mandiri
atas nama SHINTA CESARANI
1080007449698



Setelah mengirim, kirim SMS ke Shinta buat konfirmasi. Dan jangan lupa BUKTI PEMBAYARANNYA DI FOTOKOPI dan di simpan, buat jadi tiket pas ngambil jasnya nanti.Batas akhir pembayaran tanggal 8 September 2010 soalnya mumpung shinta lagi Jakarta, jadi beli bahannya disana berhubung di Pekanbaru ga ada.. gituu..



Berikut rinciannya :



1. modelnya blazer army berwarna abu2.2. Biaya total yang dibutuhkan untuk pembuatannya adalah Rp 135.000 di Pekanbaru. Tiap2 kita akan diukur ukuran badannya, jadi diusahakan pas. Karena kita bikin blazer, bukan baju kaus / jaket biasa. Ingat, INI BLAZER! :D3. Bahan yang digunakan adalah bahan semi kanvas.. Tapi personally sih aku ngerasanya itu kaya kain katun yang lebih bertekstur gt. Kebayang?



Mungkin kaya gini lah kalo jadi..Tp warna abu2..





Bedanya punya kita ada lambang BEM dan Universitas di pundak sebelah kanan dan kirinya. Selain itu LAMBANG DIVISI dan BIRO juga di letakkan dibawah lambang BEM jadi :



PARA DIVISI DAN BIRO DIHARAPKAN MEMBUAT DESIGN LOGO BAGIAN KALIAN.




di share ke anggotanya yaaa



kirimkan ke email shinta :Shinta_cesa@yahoo.com

Wednesday, July 7, 2010

MOvieS Week !!

hobi yang satu ni, merupakan hobi yang jarang terealisasikan di kehidupan nyata aku. gimana nggak,sehari - hari berkutat dengan kuliah plus ngumpulin diktat hari per hari dan ditemani oleh kacamata tumpel dan map yang sok - sok dijinjing biar dikatain pinter.ALHASIL..mana ada lagi waktu buat nonton film atau main - main lagi, yang ada mah kita yang jadi tontonan orang dengan mata 15 watt plus tangan di dagu saat kita berkomat - kamit menjelaskan patofisiologi dari suatu penyakit (buseet daah.
thats why when i enjoy my FREE HOLIDAY now...
aku bisa sepuas puasnya nonton film,, pernah ampe malu ama mbak - mbak penjual dvdnya, ketahuan nggak bawa uang tapi keranjang nya dah penuh dengan dvd..penonton kurang modal !!
Film yang ku tonton yaaa...film - film action ada,.drama ada,, hantu2 ada...
korea juga...ada..alhamdulilah..masi jadi cewek beneran yang biasa- biasanya suka love dramatic story apalagi dari korea..

Ni aku resensi kan dikit, cerita - cerita film yang aku udah tonton,, yaaa untung - untung dijadikan sebagai ingatan waktu pas datang ke sewaan kaset atau tempat jual kaset:



1. Beauty and the briefcase (Romance)
Cerita film ini bagus sii bagi kamu yang pencinta drama romantic,
Pemeran utamanya :Hilary Duff,,udah pasti udah nggak asing lagi ngeliatnya
diserial - serial dengan genre ginian,disini dia seorang jurnalis fashion yang
berusaha menjalankan pekerjaannya dengan berpura - pura menjadi seorang wanita
yang bekerja di perusahaan dengan tujuan untuk mendapat cerita buat artikelnya di
majalah yaitu COSMO dengan tema "switching careers to find love". sampai hal
ini lah yang membuat dia ketemua ama seseorang yang menyukainya


2. Obstetrics abd Gynecology Doctor (KOREA)
Cerita ini diperanin oleh Ko Joo Won (aku cuam hapal dia karna cowoknya
keren):D,,film ini bercerita mengenai seorang wanita dengan profesinya menjadi
dokter kandungan, berisi banyak banget adegan - adegan serta kasus obgyn
(kandungan), tidak hanya itu film ini juga memaparkan love storynya juga, dengan
cowok yang berprofesi sebagai dokter spesialis anak. waah..keren nggak
tuh..cowok..keren siii...dan keren banget..full of the blood :D


3. Shrek 4
Aku yakin kalo film ini, pasti tau donk..dah secara banyak banget serinya dari
shrek 1,2,3 sampai sekarang yang 4. cerita disini lebih bagus lagi.. aku lucu
banget ngeliat anak - anak shrek yang lucu - lucu sama fiona yang berubah menjadi
perkasa haha..mantap - mantap deh filmnya..cekidot deh :D


4. Knight and day
Aksi tom cruise dan Cameron Diaz (June) di film ini, bagus banget..actionnya juga
bagus.,.berawal dari pertemuan di bandara..dan membawa june menghadapi semua
pengalaman yang menawan, aksi - aksinya juga bagus.. : D nggak rugi deh kalo
nonton film ini

selain ini banyak sii yang lain,, contohnya :

- Percy Jackson and Olympians (The Lightning thief)
- The Back up Plan (ROMANCE)
- The Prince of Persia
- Tokyo Juliet (Korean)
- Elevator Girl (Romance)
- Personal taste (Korean)
- Pretty Ugly People (Romance)
- Last Song (Romance)
- Bounty hunter
- Spread
- Remember Me
- The Prince and Me 3
- Mars (Taiwanesse)
- They kiss again 2 (taiwanesse)
- The Karate Kid
- Stripped Naked (action)
- Lucky Days (Korean)
- Tooth Fairi (Peri gigi) Mantap niii :D
- Barry Dingle
- All about Steve
- Assorted Germs (Korean)
- GIA



okeee..deeh..ini dia seabrek film yang aku tonton..sampai jereng ni mata :D
have a nice weekend !!

Menularkah AIDS Melalui Ciuman?


AIDS (Acquired Imunodeficiency Syndrom) adalah kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus).

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sebuah retrovirus (suatu golongan virus) yang menginfeksi sistem kekebalan tubuh manusia, terutama CD4-T cell dan macrophage (komponen vital dari sistem kekebalan tubuh) dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. Hilangnya atau berkurangnya sistem kekebalan / daya tahan tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun. Jadi, virus ini bukan sumber infeksi atau penyakitnya sendiri. Oleh karena itu, kebanyakan pasien AIDS meninggal dunia akibat pneumonia atau penyakit infeksi lainnya, bukan karena HIV, di mana keadaan tubuh penderita sudah tidak mampu lagi melawan penyakit tersebut. Yang harus diingat adalah HIV positif bukan berarti AIDS, AIDS terjadi bila seluruh sistem kekebalan tubuh sudah rusak. Ketika tubuh manusia terkena virus HIV, maka orang yang terinfeksi HIV tersebut tidak langsung menyebabkan atau menderita penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan sesuai dengan perjalanan perusakan sistem kekebalan tubuh yang juga bertahap. Sehingga, dapat dikatakan, AIDS merupakan stadium terakhir dari infeksi HIV.

Kasus pertama AIDS di dunia dilaporkan pada tahun 1981. Virus penyebab AIDS diidentifikasi oleh Luc Montagnier pada tahun 1983 yang pada waktu itu diberi nama LAV (lymphadenopathy virus) sedangkan Robert Gallo menemukan virus penyebab AIDS pada tahun 1984 yang saat itu dinamakan HTLV-III. Akan tetapi, dari beberapa literatur sebelumnya telah ditemukan kasus yang cocok dengan definisi surveilans AIDS pada tahun 1950 dan 1960-an di Amerika Serikat. Kasus pertama AIDS di Indonesia dilaporkan secara resmi oleh Departemen Kesehatan tahun 1987, yaitu pada seorang warga negara Belanda di Bali. Kasus kedua infeksi HIV ditemukan pada bulan Maret 1986 di RS Cipto Mangunkusumo.

Dalam tubuh orang yang terinfeksi HIV, partikel virus bergabung dengan DNA sel pasien, sehingga satu kali seseorang terinfeksi HIV, seumur hidup ia akan tetap terinfeksi. Terdapat penelitian yang mengatakan bahwa dari semua orang yang terinfeksi HIV, sebagian berkembang masuk tahap AIDS pada 3 tahun pertama, 50% berkembang menjadi pasien AIDS sesudah 10 tahun, dan hampir semua orang yang terinfeksi HIV menunjukkan gejala AIDS sesudah 13 tahun, dan kemudian meninggal. Oleh karena itu, jagalah tubuh Anda dengan menghindari hal-hal yang mendukung penyebaran HIV.

Infeksi HIV tidak akan langsung memperlihatkan tanda atau gejala tertentu. Sebagian memperlihatkan gejala tidak khas pada infeksi HIV akut (3-6 minggu setelah terinfeksi). Gejala yang terjadi adalah demam, nyeri menelan, pembengkakan kelenjar getah bening, ruam / kemerahan, diare atau batuk. Setelah infeksi akut, dimulailah infeksi HIV asimptomatik (tanpa gejala). Meskipun tanpa gejala, secara bertahap sistem kekebalan tubuh orang yang terinfeksi HIV akan memburuk. Masa tanpa gejala ini umumnya berlangsung selama 8-10 tahun. Tetapi ada sekelompok kecil orang yang perjalanan penyakitnya amat cepat, dapat hanya sekitar 2 tahun, dan ada pula yang perjalanannya lambat (non-progressor).

Bila seseorang terinfeksi HIV untuk pertama kali dan kemudian memeriksakan diri dengan menjalani tes darah, maka dalam tes pertama tersebut belum tentu dapat dideteksi adanya virus HIV di dalam darah. Hal ini disebabkan kaena tubuh kita membutuhkan waktu sekitar 3-6 bulan untuk membentuk antibodi yang nantinya akan dideteksi oleh tes darah tersebut. Masa ini disebut window period (periode jendela). Dalam masa ini, bila orang tersebut ternyata sudah mempunyai virus HIV di dalam tubuhnya (walaupun belum bisa di deteksi melalui tes darah), ia sudah bisa menularkan HIV.

Seiring dengan memburuknya kekebalan tubuh, orang yang terinfeksi HIV mulai menampakan gejala-gejala akibat infeksi oportunistik (infeksi tambahan yang terjadi bersamaan dengan infeksi lainnya), seperti berat badan menurun lebih dari 10% dalam waktu singkat, demam tinggi berkepanjangan (lebih dari satu bulan), rasa lemah, pembesaran kelenjar getah bening, diare berkepanjangan (lebih dari satu bulan), batuk berkepanjangan (lebih dari satu bulan), TBC, kelainan kulit dan iritasi (gatal), infeksi jamur, herpes, dan lainnya.

Penularan HIV/AIDS terjadi melalui :

o Cairan darah :
+ Melalui transfusi darah / produk darah yang sudah tercemar HIV
+ Lewat pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, misalnya pemakaian jarum suntik dikalangan pengguna narkotika suntikan
+ Melalui pemakaian jarum suntik yang berulangkali (tidak diganti baru) dalam kegiatan lain, misalnya : peyuntikan obat, imunisasi, pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya alat tindik, tato, dan alat facial wajah
o Cairan sperma dan cairan vagina :

+ Melalui hubungan seks, baik homoseksual maupun heteroseksual yang dapat terjadi melalui cara penetratif (penis masuk ke dalam vagina/anus), tanpa menggunakan kondom, sehingga memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubungan seks lewat vagina) atau tercampurnya cairan sperma dengan darah, yang mungkin terjadi dalam hubungan seks lewat anus.

Hubungan seksual secara anal (lewat dubur) paling berisiko menularkan HIV, karena epitel mukosa anus relatif tipis dan lebih mudah terluka dibandingkan epitel dinding vagina, sehingga HIV lebih mudah masuk ke aliran darah. Dalam berhubungan seks vaginal, perempuan lebih besar risikonya daripada pria karena selaput lendir vagina cukup rapuh. Di samping itu, karena cairan sperma akan menetap cukup lama di dalam vagina, kesempatan HIV masuk ke aliran darah menjadi lebih tinggi. HIV di cairan vagina atau darah tersebut, juga dapat masuk ke aliran darah melalui saluran kencing pasangannya.

+ Air Susu Ibu :

+ Penularan ini dimungkinkan dari seorang ibu hamil yang HIV positif, dan melahirkan lewat vagina (lahir secara alamiah, tidak dengan sesar), kemudian menyusui bayinya dengan ASI.

Kemungkinan penularan dari ibu ke bayi (Mother-to-Child Transmission) ini berkisar hingga 30%, artinya dari setiap 10 kehamilan dari ibu HIV positif kemungkinan ada 3 bayi yang lahir dengan HIV positif.

Oleh karena itu, kelompok risiko tinggi terhadap HIV/AIDS terdapat pada pengguna narkotika, pekerja seks komersil dan pelanggannya, serta narapidana. Namun, saat ini, infeksi HIV/AIDS juga telah mengenai semua golongan masyarakat, baik kelompok risiko maupun masyarakat umum.

Sebuah survei yang dilakukan di Tanjung Balai Karimun menunjukkan peningkatan jumlah pekerja seks komersil (PSK) yang terinfeksi HIV, yaitu dari 1% pada tahun 1995/1996 menjadi lebih dari 8,83% pada tahun 2000.

Fakta yang paling mengkhawatirkan adalah bahwa peningkatan infeksi HIV yang semakin nyata pada pengguna narkotika, yang sebagian besar adalah remaja dan usia dewasa muda yang merupakan kelompok usia produktif. Anggapan bahwa pengguna narkotika hanya berasal dari keluarga broken home dan kaya tampaknya semakin luntur. Pengaruh teman sebaya (peer group) tampaknya lebih menonjol. Penggunaan narkotika suntik mempunyai risiko tinggi untuk tertular oleh virus HIV atau bibit-bibit penyakit lain yang dapat menular melallui darah. Survey yang dilakukan di RS Ketergantungan Obat di Jakarta menunjukkan peningkatan kasus infeksi HIV pada pengguna narkotika yang sedang menjalani rehabilitasi, yaitu 15% pada tahun 1999, meningkat cepat menjadi 40,8% pada tahun 2000, dan 47,9% pada tahun 2001.

Surveilens pada donor darah dan ibu hamil biasanya digunakan sebagai indikator untuk menggambarkan infeksi HIV/AIDS pada masyarakat umum. Persentasi kantung darah yang dinyatakan tercemar HIV/AIDS jumlahnya makin lama makin meningkat, yaitu 0,002% pada periode 1992/1993, 0,003% pada periode 1994/1995, 0,004% pada periode 1998/1999 dan 0,016% pada tahun 2000.


Bagaimana dengan cairan tubuh yang lain, misalnya air ludah yang dapat ditularkan melalui ciuman? Dapatkah menularkan HIV?

Meskipun HIV dapat ditemukan dalam jumlah yang sangat sedikit dalam air ludah dari seseorang yang terinfeksi HIV, akan tetapi tidak ada bukti yang kuat bahwa air ludah dapat menularkan infeksi HIV, baik dari ciuman maupun dengan cara lainnya. Selain itu, air ludah mengandung bahan-bahan penghambat pertumbuhan mikroorganisme, seperti enzim lisosim, laktoperosidase (suatu enzim), serta faktor antivirus endogen, yang diantaranya adalah imunoglobulin spesifik HIV isotipe IgA, IgG, dan IgM yang dapat dideteksi pada air ludah dari orang yang terinfekasi HIV.

Dalam air ludah juga diperkirakan terdapat glikoprotein yang besar seperti musin (seperti lendir) dan trombospodin-1 yang membuat virus HIV terkumpul menjadi satu seperti suatu kumpulan (aggregates) sehingga dapat dibersihkan oleh manusia (host/pejamu).

Lalu, beberapa faktor yang mudah larut yang terdapat dalam air ludah juga dapat menghambat HIV dengan jumlah yang bervariasi.

Hal lain yang menyebabkan virus HIV tidak dapat ditularkan melalui air ludah adalah karena virus HIV hanya bermarkas di dalam limfosit-T, di mana limfosit-T adanya di dalam darah, bukan di air ludah.

Selain itu, terdapat suatu penelitian yang mengatakan bahwa secretory leukocyte protease inhibitor (SLPI) dapat memblok infeksi HIV dan zat ini terdapat dalam air ludah dengan jumlah yang mendekati untuk berkembangbiaknya HIV secara in vitro.

Akan tetapi, kalau Anda berciuman dengan seseorang yang HIV-positif kemudian terjadi perdarahan maka jika darah yang HIV-positif tadi masuk ke tubuh Anda saat ciuman, Anda pun dapat berisiko tertular HIV. Risiko akan besar kalau sedang terjadi sariawan karena terdapat luka-luka di rongga mulut yang bisa menjadi pintu masuk HIV. Sama halnya dengan berjabat tangan (kontak fisik), kontak fisik pun tentu tidak bisa menjadi media penularan kalau tidak terjadi perdarahan ketika bersalaman.

Penyebaran HIV melalui gigitan manusia dapat terjadi tetapi hal ini merupakan peristiwa yang jarang. Hanya empat kasus dari seluruh penyebaran HIV yang pernah dilaporkan. Penyebaran HIV melalui cairan tubuh lain, seperti air mata, keringat dan air kencing juga tidak mempunyai bukti yang kuat bahwa HIV dapat menular melalui cairan-cairan tersebut. Jadi, makan dan minum bersama, atau pemakaian alat makan minum bersama, pemakaian fasilitas umum bersama, seperti telepon umum, WC umum, dan kolam renang, ciuman, senggolan, pelukan dan kegiatan sehari-hari lainnya tidak dapat menularkan HIV, kecuali bila dalam kontak tersebut terdapat kontak darah, baik yang terlihat (berdarah dalam jumlah banyak) maupun tidak terlihat (berdarah dalam jumlah sedikit). Gigitan nyamuk pun tidak mempunyai bukti dalam menularkan HIV.


Bagaimana cara pencegahan penyebaran HIV?

* Gunakan selalu jarum suntik yang steril dan baru setiap kali akan melakukan penyuntikan atau proses lain yang mengakibatkan terjadinya luka. Jangan bergantian.
* Selalu menerapkan kewaspadaan mengenai seks aman (artinya : hubungan seks yang tidak memungkinkan tercampurnya cairan kelamin, karena hal ini memungkinkan penularan HIV).
* Bila ibu hamil dalam keadaan HIV positif sebaiknya diberitahu tentang semua resiko dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada dirinya sendiri dan bayinya, sehingga keputusan untuk menyusui bayi dengan ASI sendiri bisa dipertimbangkan.
* Abstinensi (puasa tidak melakukan hubungan seks). Apabila ingin melakukan hubungan seks yang mengandung risiko, dianjurkan melakukan seks aman dan menggunakan kondom.
* Melakukan prinsip monogami, yaitu tidak berganti-ganti pasangan dan saling setia kepada pasangannya.
* Semua alat yang menembus kulit dan darah (jarum suntik, jarum tato, atau pisau cukur) harus disterilisasi dengan benar.



Karena penularan HIV lewat cairan tubuh seperti air ludah, keringat, air kencing, air mata tidak terjadi, maka janganlah kita mempunyai perasaan yang jijik atau jorok ketika kita berkontak biasa dalam kehidupan sehari-hari dengan penderita AIDS. Kita semua diharapkan untuk tidak mengucilkan dan menjauhi penderita HIV karena mereka membutuhkan bantuan dan dukungan agar bisa melanjutkan hidup tanpa banyak beban. Mereka juga adalah manusia yang sama seperti kita yang ingin merasakan kehidupan sosial yang sama seperti kita.

Sumber :

Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Ed.4. Editor : Sudoyo, A. W., Setiyohadi, B. , Alwi, I. , Simadibrata K. , Marcellus, Setiati, S. Jakarta : FKUI.

Fauci, Anthony S. dkk. 2008. Harrison's Principles of Internal Medicine Vol. 1, 17th ed. New York : McGraw-Hill.

http://chaliciousgealgeol.wordpress.com

http://konsultasikesehatan.epajak.org

http://senyumsehat.wordpress.com

http://www.geocities.com

http://www.infopenyakit.com

Friday, May 7, 2010

Penyakit Keturunan yang sulit untuk dicegah!

Assalamulaikum..

Setiap orang pasti menginginkan tubuh yang sehat dan terbebas dari segala macam penyakit. Tapi beberapa penyakit tertentu tidak bisa dicegah keberadaannya karena termasuk penyakit genetik yang diturunkan.

Penyakit keturunan adalah suatu penyakit kelainan genetik yang diwariskan dari orangtua kepada anaknya. Namun ada orangtua yang hanya bertindak sebagai pembawa sifat (carrier) saja dan penyakit ini baru muncul setelah dipicu oleh lingkungan dan gaya hidupnya.

Seperti dikutip dari International Bioscience, ada beberapa penyakit keturunan yang sangat serius karena bisa diturunkan pada generasi berikutnya. Orangtua yang memiliki gen penyakit turunan, sebaiknya segera memeriksakan anaknya.

Ada beberapa penyakit turunan yang secara otomatis diturunkan ke anak atau generasi berikutnya, yaitu:

Pengurus DEW 1 FULDFK Periode 2010-2011 !

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ...

Bismillahirrahmanirrahim ...
Alhamdulillah, akhirnya setelah melalui beberapa proses, terbentuklah Pengurus Dewan Eksekutif Wilayah FULDFK periode 2010-2011 yang Insya Allah, Saudara-Saudara kita ini yang akan mengemban misi dakwah dengan berbasis kompetensi kesehatan ... mohon doanya :>
keep istiqamah !

Ketua : Benny Antama Syant (UNAND)
Sekretaris : Andromeda Pahlevi (UNILA)
Bendahara : Wiladatika Syahbuddin (UNSYIAH)

Departemen Pengembangan Lembaga Dakwah Fakultas (DPL)
Kepala Departemen : Muhammad Ikhwan UNRI
Staf : Abdullah Azmi UNSYIAH
Yuristia Paldista UNSYIAH
Rizkia Ika Fadila UNSYIAH
Syaifullah USU
Chandra Akbar UISU
T. M. Luthfi UISU
Wahyudi Firmana UNAND
Khairat AS UNAND
Siti Rahayu UNBRAH
Era Sulistia UNBRAH
Andika Siswanta UNRI
Elita Purnamasari UNJA
Wahyuni Utami UN JA
Marlinawati UNJA
Hendra Nopriansyah UNSRI
M. Dani Hamid Arma UNSRI
Rischa Rahmawati UNIMAL
Nanang UNILA
Aroma Harum UNILA

Departemen Kajian Kedokteran Islam dan Advokasi (KKIA)
Kepala Departemen : Assiyah Amatullah UNBRAH
Staf : Ghisheila Julinda Tami UNSYIAH
Melissa UNSYIAH
Dani Bangun Sakti Hasibuan USU
Fitrah Sari USU
Sita Annisa UISU
Silfa Aisa UISU
Imil Irsal Imran UNAND
Harjinis Taufik Rahman UNBRAH
Bulqis Vellaya Arlem UNRI
Pradinaseta UNJA
Assiyatur Raudah UNJA
Viko Dupa Dilan UNSRI
Desi Oktarina UNSRI
Nidie Putri UNIMAL
Sulaiman UNILA
Galih UNILA


Departemen Kemuslimahan
Kepala Departemen : Adinda Paramartha UNSRI
Staf : Uswah UNSYIAH
Intan Maulana UNSYIAH
Rahma Sari USU
Endra Kristina UISU
Sulfiana UISU
Rezi UNAND
Lusiana matondang UNBRAH
Rahmawati Andri UNBRAH
Ida Fitri UNBRAH
Uswatul Hasanah UNRI
Rina Andriani UNRI
Ardila Rukmana UNJA
Cici Damaiyanti UNJA
Tristina UNSRI
Mustika Fatimah UNSRI
Yunita UNIMAL
Titi Multisari UNIMAL
Diraifa Intancia UNILA
Mega Noviasari UNILA

Departemen Finansial
Kepala Departemen : Ridza Wisda Arvika Lubis UNSYIAH
Staf : Bengi Muthmainnah UNSYIAH
Septiana Hasni UISU
Amna Resti Gusandi UNAND
Rezkianti Anggraini UNAND
Jusliani UNBRAH
Mona Ahyar UNBRAH
Tria Juwita UNRI
Ratih Suci Jaya UNJA
Kamal Faruq UNJA
Wiwin Meriana UNSRI
Vera Kurnia Sari UNSRI
Etika UNSRI
Wahyu Setiawan UNIMAL
Emi Andriyani UNIMAL

Departemen Humas dan Informasi Teknologi
Kepala Departemen : Mohammad Iqbal Fenoza UNIMAL
Staf : M. Rizki Ramadhan UNSYIAH
Annisa Waqoh UNSYIAH
Hadi yatno UISU
M. Ichsan UISU
Yudhia Wiraswati UNAND
Yogi Prima UNBRAH
Fareiz Aulia Firman UNBRAH
Indah Prasetya Putri UNRI
Zakiah Fitriyanti UNRI
Putut Marlindra UNJA
Kambali UNJA
Adin P UNSRI
Nia Wahyuni UNSRI
M. Aminuddin UNIMAL
Bais Subaiki UNILA
Putri Renica UNILA



MARI BERUKHUWAH UNTUK MENJAWAB TANTANGAN !

Belajar Bahasa Arab Yuk…

Assalamulaikum..


Penyusun: Divisi Lughoh Lembaga Bimbingan Islam Al-Atsary

Tidak perlu diragukan lagi, memang sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa yang terbaik yang pernah ada sebagaimana firman Allah:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.”


Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: “Yang demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada rosul yang paling mulia (yaitu: Rosulullah), dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Romadhan), sehingga Al-Qur an menjadi sempurna dari segala sisi.” (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir surat Yusuf).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: “Sesungguhnya ketika Allah menurunkan kitab-Nya dan menjadikan Rasul-Nya sebagai penyampai risalah (Al-Kitab) dan Al-Hikmah (As-sunnah), serta menjadikan generasi awal agama ini berkomunikasi dengan bahasa Arab, maka tidak ada jalan lain dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam kecuali dengan bahasa Arab. Oleh karena itu memahami bahasa Arab merupakan bagian dari agama. Keterbiasaan berkomunikasi dengan bahasa Arab mempermudah kaum muslimin memahami agama Allah dan menegakkan syi’ar-syi’ar agama ini, serta memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari kaum Muhajirin dan Anshar dalam keseluruhan perkara mereka.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).

Sungguh sangat menyedihkan sekali, apa yang telah menimpa kaum muslimin saat ini, hanya segelintir dari mereka yang mau mempelajari bahasa Arab dengan serius. Hal ini memang sangat wajar karena di zaman modern ini banyak sekali kaum muslimin tenggelam dalam tujuan dunia yang fana, Sehingga mereka enggan dan malas mempelajari bahasa Arab. Karena mereka tahu tidak ada hasil duniawi yang bisa diharapkan jika pandai berbahasa Arab. Berbeda dengan mempelajari bahasa Inggris, kaum muslimin di saat ini begitu semangat sekali belajar bahasa Inggris, karena mereka tahu banyak tujuan dunia yang bisa diperoleh jika pandai bahasa Inggris, sehingga kita dapati mereka rela untuk meluangkan waktu yang lama dan biaya yang banyak untuk bisa menguasai bahasa ini. Sehingga kursus-kursus bahasa Inggris sangat laris dan menjamur dimana-mana walaupun dengan biaya yang tak terkira. Namun bagaimana dengan kursus bahasa Arab…??? seandainya mereka benar-benar yakin terhadap janji Allah Ta’ala untuk orang yang menyibukkan diri untuk mencari keridhoanNya, serta yakin akan kenikmatan surga dengan kekekalannya, niscaya mereka akan berusaha keras untuk mempelajari bahasa arab. Karena ia adalah sarana yang efektif untuk memahami agama-Nya.

Kenyataan ini tidak menunjukkan larangan mempelajari bahasa Inggris ataupun lainnya. Tapi yang tercela adalah orang yang tidak memberikan porsi yang adil terhadap bahasa arab. Seyogyanya mereka juga bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mempelajari bahasa Arab.

Syaikh Utsaimin pernah ditanya: “Bolehkah seorang penuntut ilmu mempelajari bahasa Inggris untuk membantu dakwah ?” Beliau menjawab: “Aku berpendapat, mempelajari bahasa Inggris tidak diragukan lagi merupakan sebuah sarana. Bahasa Inggris menjadi sarana yang baik jika digunakan untuk tujuan yang baik, dan akan menjadi jelek jika digunakan untuk tujuan yang jelek. Namun yang harus dihindari adalah menjadikan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab karena hal itu tidak boleh. Aku mendengar sebagian orang bodoh berbicara dengan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab, bahkan sebagian mereka yang tertipu lagi mengekor (meniru-niru), mengajarkan anak-anak mereka ucapan “selamat berpisah” bukan dengan bahasa kaum muslimin. Mereka mengajarkan anak-anak mereka berkata “bye-bye” ketika akan berpisah dan yang semisalnya. Mengganti bahasa Arab, bahasa Al-Qur’an dan bahasa yang paling mulia, dengan bahasa Inggris adalah haram. Adapun menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana untuk berdakwah maka tidak diragukan lagi kebolehannya bahwa kadang-kadang hal itu bisa menjadi wajib. Walaupun aku tidak mempelajari bahasa Inggris namun aku berangan-angan mempelajarinya. terkadang aku merasa sangat perlu bahasa Inggris karena penterjemah tidak mungkin bisa mengungkapkan apa yang ada di hatiku secara sempurna.” (Kitabul ‘Ilmi).

Dan termasuk hal yang sangat menyedihkan, didapati seorang muslim begitu bangga jika bisa berbahasa Inggris dengan fasih namun mengenai bahasa Arab dia tidak tahu?? Kalau keadaannya sudah seperti ini bagaimana bisa diharapkan Islam maju dan jaya seperti dahulu. Bagaimana mungkin mereka bisa memahami syari’at dengan benar kalau mereka sama sekali tidak mengerti bahasa Arab…???

Hukum Orang yang Mampu Berbahasa Arab Namun Berbicara Menggunakan Bahasa Selain Bahasa Arab

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: “Dibenci seseorang berbicara dengan bahasa selain bahasa Arab karena bahasa Arab merupakan syiar Islam dan kaum muslimin. Bahasa merupakan syiar terbesar umat-umat, karena dengan bahasa dapat diketahui ciri khas masing-masing umat.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).

Asy-Syafi’iy berkata sebagaimana diriwayatkan As-Silafi dengan sanadnya sampai kepada Muhammad bin Abdullah bin Al Hakam, beliau berkata: “Saya mendengar Muhammad bin Idris Asy-syafi’iy berkata: “Allah menamakan orang-orang yang mencari karunia Allah melalui jual beli (berdagang) dengan nama tu’jar (tujjar dalam bahasa Arab artinya para pedagang-pent), kemudian Rosululloh juga menamakan mereka dengan penamaan yang Allah telah berikan, yaitu (tujjar) dengan bahasa arab. Sedangkan “samasiroh” adalah penamaan dengan bahasa ‘ajam (selain arab). Maka kami tidak menyukai seseorang yang mengerti bahasa arab menamai para pedagang kecuali dengan nama tujjar dan janganlah orang tersebut berbahasa Arab lalu dia menamakan sesuatu (apapun juga-pent) dengan bahasa ‘ajam. Hal ini karena bahasa Arab adalah bahasa yang telah dipilih oleh Allah, sehingga Allah menurunkan kitab-Nya yang dengan bahasa Arab dan menjadikan bahasa Arab merupakan bahasa penutup para Nabi, yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, kami katakan seyogyanya setiap orang yang mampu belajar bahasa Arab mempelajarinya, karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling pantas dicintai tanpa harus melarang seseorang berbicara dengan bahasa yang lain. Imam Syafi’iy membenci orang yang mampu berbahasa Arab namun dia tidak berbahasa Arab atau dia berbahasa Arab namun mencampurinya dengan bahasa ‘ajam.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).

Abu Bakar bin ‘Ali Syaibah meriwayatkan dalam Al Mushanaf: “Dari Umar bin Khattab, beliau berkata: Tidaklah seorang belajar bahasa Persia kecuali menipu, tidaklah seseorang menipu kecuali berkurang kehormatannya. Dan Atho’ (seorang tabi’in) berkata: Janganlah kamu belajar bahasa-bahasa ajam dan janganlah karnu masuk gereja – gereja mereka karena sesungguhnya Allah menimpakan kemurkaan-Nya kepada mereka, (Iqtidho Shirotil Mustaqim). Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad berkata: “Tanda keimanan pada orang ‘ajam (non arab) adalah cintanya terhadap bahasa arab.” Dan adapun membiasakan berkomunikasi dengan bahasa selain Arab, yang mana bahasa Arab merupakan syi’ar Islam dan bahasa Al-Qur’an, sehingga bahasa selain arab menjadi kebiasaan bagi penduduk suatu daerah, keluarga, seseorang dengan sahabatnya, para pedagang atau para pejabat atau bagi para karyawan atau para ahli fikih, maka tidak disangsikan lagi hal ini dibenci. Karena sesungguhnya hal itu termasuk tasyabuh (menyerupai) dengan orang ‘ajam dan itu hukumnya makruh.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).

Khurasan, yang penduduk kedua kota tersebut berbahasa Persia serta menduduki Maghrib, yang penduduknya berbahasa Barbar, maka kaum muslimin membiasakan penduduk kota tersebut untuk berbahasa Arab, hingga seluruh penduduk kota tersebut berbahasa Arab, baik muslimnya maupun kafirnya. Demikianlah Khurasan dahulu kala. Namun kemudian mereka menyepelekan bahasa Arab, dan mereka kembali membiasakan bahasa Persia sehingga akhirnya menjadi bahasa mereka. Dan mayoritas mereka pun menjauhi bahasa Arab. Tidak disangsikan lagi bahwa hal ini adalah makruh. (Iqtidho Shirotil Mustaqim).

Pengaruh Bahasa Arab Dalam Kehidupan

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Merupakan metode yang baik adalah membiasakan berkomunikasi dengan bahasa Arab hingga anak kecil sekalipun dilatih berbahasa Arab di rumah dan di kantor, hingga nampaklah syi’ar Islam dan kaum muslimin. Hal ini mempermudah kaum muslimin urituk memahami makna Al-Kitab dan As-Sunnah serta perkataan para salafush shalih. Lain halnya dengan orang yang terbiasa berbicara dengan satu bahasa lalu ingin pindah ke bahasa lain maka hal itu sangat sulit baginya. Dan ketahuilah…!!! membiasakan berbahasa Arab sangat berpengaruh terhadap akal, akhlak dan agama. Juga sangat berpengaruh dalam usaha mencontoh mereka dan memberi dampak positif terhadap akal, agama dan tingkah laku.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).

Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, bahasa Arab memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan, akhlak, agama. Orang yang pandai bahasa Arab cenderung senang membaca kitab-kitab para ulama yang berbahasa Arab dan tentu senang juga membaca dan menghafal Al-Qur’an serta hadits-hadits Rasulullah. Sehingga hal ini bisa memperbagus akhlak dan agamanya. Berbeda dengan orang yang pandai berbahasa Inggris (namun tanpa dibekali dengan ilmu agama yang baik), dia cenderung senang membaca buku berbahasa Inggris yang jelas kebanyakannya merupakan karya orang kafir. Sehingga mulailah ia mempelajari kehidupan orang kafir sedikit demi sedikit. Mau tidak mau iapun harus mempelajari cara pengucapan dan percakapan yang benar melalui mereka, agar dia bisa memperbagus bahasa Inggrisnya. Bisa jadi akhirnya ia pun senang mempelajari dan menghafal lagu-lagu berbahasa Inggris (yang kebanyakan isinya berisi maksiat) dan tanpa sadar diapun mengidolakan artis atau tokoh barat serta senang mengikuti gaya-gaya mereka. Akhlaknya pun mulai meniru akhlak orang barat (orang kafir), dan mengagungkan orang kafir serta takjub pada kehebatan mereka. Akhirnya, diapun terjatuh dalam tasyabbuh (meniru-niru) terhadap orang kafir, menganggap kaum muslimin terbelakang dan ujung-ujungnya dia lalai dari mempelajari Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah.

Hukum Mempelajari Bahasa Arab

Syaikhul Islam Berkata: “Dan sesungguhnya bahasa Arab itu sendiri bagian dari agama dan hukum mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Kitab dan As-Sunnah itu wajib dan keduanya tidaklah bisa difahami kecuali dengan memahami bahasa Arab. Hal ini sesuai dengan kaidah:

مَا لاَ يَتِمٌّ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ

“Apa yang tidak sempurna suatu kewajiban kecuali dengannya maka ia juga hukumnya wajib.”

Namun disana ada bagian dari bahasa Arab yang wajib ‘ain dan ada yang wajib kifayah. Dan hal ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Abi Syaibah, dari Umar bin Yazid, beliau berkata: Umar bin Khattab menulis kepada Abu Musa Al-Asy’ari (yang isinya) “…Pelajarilah As-Sunnah, pelajarilah bahasa Arab dan I’roblah Al-Qur’an karena Al-Qur’an itu berbahasa Arab.”

Dan pada riwayat lain, Beliau (Umar bin Khattab) berkata: “Pelajarilah bahasa Arab sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian, dan belajarlah faroidh (ilmu waris) karena sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).

Penutup

Bahasa Arab adalah bahasa Agama Islam dan bahasa Al-Qur’an, seseorang tidak akan dapat memahami kitab dan sunnah dengan pemahaman yang benar dan selamat (dari penyelewengan) kecuali dengan bahasa Arab. Menyepelekan dan menggampangkan Bahasa Arab akan mengakibatkan lemah dalam memahami agama serta jahil (bodoh) terhadap permasalahan agama.

Sungguh sangat ironis dan menyedihkan, sekolah-sekolah dinegeri kita, bahasa Arab tersisihkan oleh bahasa-bahasa lain, padahal mayoritas penduduk negeri kita adalah beragama Islam, sehingga keadaan kaum muslimin dinegeri ini jauh dari tuntunan Alloh Ta’ala dan Rasul-Nya.

Maka seyogyanya anda sekalian wahai penebar kebaikan… mempunyai andil dan peran dalam memasyarakatkan serta menyadarkan segenap lapisan masyarakat akan pentingya bahasa Al Qur’an ini, dengan segala kemampuan yang dimiliki, semoga Allah menolong kaum muslimin dan mengembalikan mereka kepada ajaran Rasul-Nya yang shohih. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Alloh Ta’ala. Segala puji hanyalah bagi Alloh Tuhan semesta alam.

Thursday, May 6, 2010

BASIC VISUAL PATHWAYS

Assalamualaikum..

A. The pathway:

Vision is generated by photoreceptors in the retina, a layer of cells at the back of the eye. The information leaves the eye by way of the optic nerve, and there is a partial crossing of axons at the optic chiasm. After the chiasm, the axons are called the optic tract. The optic tract wraps around the midbrain to get to the lateral geniculate nucleus (LGN), where all the axons must synapse. From there, the LGN axons fan out through the deep white matter of the brain as the optic radiations, which will ultimately travel to primary visual cortex, at the back of the brain.

B. Visual fields:

Information about the world enters both eyes with a great deal of overlap. Try closing one eye, and you will find that your range of vision in the remaining eye is mainly limited by your nose. The image projected onto your retina can be cut down the middle, with the fovea defining the center. Now you have essentially two halves of the retina, a left half and a right half. Generally, the halves are referred to as a temporal half (next to your temple) and a nasal half (next to your nose).


Visual images are inverted as they pass through the lens. Therefore, in your right eye, the nasal retina sees the right half of the world, while the temporal retina sees the left half of the world. Notice also that the right nasal retina and the left temporal retina see pretty much the same thing. If you drew a line through the world at your nose, they would see everything to the right of that line. That field of view is called the right hemifield.

So, what you see is divided into right and left hemifields. Each eye gets information from both hemifields. For every object that you can see, both eyes are actually seeing it - this is crucial for depth perception - but the image will be falling on one nasal retina and one temporal retina.



Why bother to divide the retinas at all? Recall that the brain works on a crossed wires system. The left half of the brain controls the right side of the body, and vice versa. Therefore the left half of the brain is only interested in visual input from the right side of the world. To insure that the brain doesn't get extraneous information, the fibers from the retina sort themselves out to separate right hemifield from left hemifield. Specifically, fibers from the nasal retinas cross over at the optic chiasm - whereas the temporal retinas, already positioned to see the opposite side of the world, do not cross. Here is what it looks like:


The practical consequences of this crossing are that damaging the visual system before the chiasm will affect one eye, both hemifields - analogous to closing one eye. Damaging the pathway after the chiasm, though, will damage parts of both eyes, and only one hemifield. There is no easy way to imagine what this would look like. Your field of view would be only 90°, from straight ahead to one side.

C. Lesions

The easiest way to demonstrate to yourself the consequences of lesions is to strike through a pathway, follow the fibers back to the retina, and see what was affected. Notice that there are lines and numbers drawn on the visual field diagram. For each "cut", determine what parts of the patient's visual field will be affected. The way to record a loss of visual field is with two circles, called "perimetry charts" as below. You can think of these circles as a pair of goggles that the patient is looking through, and you blacken those parts of the goggles where vision is lost. This is done separately for each eye, and drawn from the patient's perspective - the right circle represents the right eye. For example:

Lesion 4: Meyer's loop has been cut, so vision will be lost in the upper visual world, but only in the left hemifield.

Lesion 5: Here the parietal portion of the optic radiations were cut, so you would affect the lower visual world on one side.

Lesion 6: At first this seems to be a straightforward loss of one hemifield. However, a curious phenomenon results when cortex itself is lesioned.
Vision at the fovea is spared, perhaps because there is such a large representation of the fovea in the cortex, or perhaps due to overlapping blood supply. The loss of vision is not a complete hemifield, then, but a notched hemifield. This phenomenon is called macular sparing.

D. Anatomy

You should be able to follow the visual pathway through coronal or horizontal sections. In a coronal series, the most rostral thing you will see is the optic chiasm. The optic tracts will diverge and sneak up laterally around the cerebral peduncles before diving into the LGN. Don't confuse the optic chiasm with the anterior commissure; the chiasm will always hang down from the base of the brain, while the commissure will be embedded in tissue.


In horizontal sections you can see the optic radiations clearly, and you can identify the general vicinity of visual cortex. First find the calcarine sulcus on the medial surface of the occipital lobe. Primary visual cortex, or V1, is buried within this sulcus. In a fortuitous section, you may be able to see a fine white stripe running within the grey matter inside the sulcus. This stripe marks V1, and gives it a third name, striate cortex.